Profile IMB’er : Kosi dan Motornya

Assalamu’alaykum wr wb.

Kembali IMB menampilkan profile salah seorang membernya. Penampilan profle ini dimaksudkan agar sesama member lebih dalam saling mengenal, pun agar ukhuwah yang terjalin semakin erat. Juga semoga ada pelajaran dan manfaat yang bisa kita ambil dari sosok profile yang ditampilkan.

Wassalamu’alaykum wr wb.

Tim Pewawancara (Iman & Hanum)

Kosi dan Motornya

Bagi anda yang sering mendapatkan informasi mengenai bencana dan kesulitan yang terjadi di Indonesia tentunya mengenal sebuah alamat situs http://peduli.multiply.com dan http://save-palestine.blogspot.com. Pengelola situs tersebut adalah Kosi, kependekan dari Kosirotun. Nama itu menurutnya mungkin diambil oleh orang tuanya dari Surat Ar-Rahman : 56. Artinya ? Lihat sendiri ya¡Ä:)

Akhwat yang hampir 10 tahun tinggal di Jakarta ini sehari-harinya menjadi ‘kuli angka’ di sebuah kantor di daerah Jakarta Selatan . K etika ditanya mengapa dan apa yang membuat dirinya begitu tertarik dalam dunia sosial, dia mengaku bahwa Allah SWT semata yang mendorong alias menjadikannya sebagai motivasi.

Sebuah alasan yang cukup indah memang, namun ada lagi latar belakang khusus dimana, menurut pengakuannya, beliau datang bukan dari keluarga yang cukup mampu. Sejak kecil akhwat yang sehari-harinya menunggangi sepeda motor ‘Suzuki Smash’ dalam beraktifitas, membantu orang tuanya yang berprofesi sebagai petani. Biasa hidup susah, begitu katanya hingga sepertinya membuat beliau ringan tangan dalam membantu saudaranya yang dalam kesulitan.

Berbagai pengalaman unik pernah dialami akhwat yang enggan dipanggil dengan sapaan ‘Bu” (karena bila dilengkapi akan menjadi Bu Kos,…loh mangnya punya kost2an?). Pengalaman yang paling berkesan adalah ketika dimarahi habis-habisan bahkan diancam akan di meja hijaukan segala oleh dosen-dosen sebuah AKBID di bilangan Jakarta, hanya karena kelepasan menyebut nama AKBID tersebut dalam e-mail penggalangan dana untuk seorang mahasiswinya yang tidak mampu membayar biaya kuliah. Pengalaman berkesan lainnya adalah ketika dia mendapat kesempatan menjadi relawan ke Aceh (pasca tsunami) dan Jogja (pasca gempa).

Walaupun sudah tinggal selama 10 tahun dan wara-wiri di Jakarta, tampaknya kurun waktu tersebut masih belum cukup untuk seorang Kosi memahami seluk-beluk dan gedung di Jakarta. Karena sampai dengan beberapa bulan lalu mbak kita satu ini masih saja belum faham di mana tepatnya letak parkir motor Stasiun Gambir!

Namun, satu hal yang pasti. Selama mengendarai motor ada untungnya memakai jilbab. Walaupun beberapa kali melanggar lalu lintas namun Pak Polisi nampak iba menilang Bu Kos….eh Mbak Kos¡Ämungkin karena jilbabnya. Tips yang menarik untuk para ikhwan yang sering kena tilang, besok-besok sebaiknya memakai jilbab saja bila ingin tidak ditilang :)

Mbak Kosi yang memanfaatkan waktu luangnya untuk menjadi relawan Portalinfaq dan ACT ini baru 2 tahun belakangan saja memanfaatkan motor. Sebelumnya beliau adalah pengguna setia kendaraan umum. Bahkan saat itu untuk bekerja dan kuliah sampai dengan total jenderal 8 kali gonta-ganti kendaraan umum dalam sehari guna menunjang aktifitasnya. Mungkin supir angkotnya sampe “faham” ya Mbak? ;) )

Di sela-sela waktunya, Kosi juga masih sempat meluangkan waktu untuk rutin ke bengkel motor, paling tidak 2 bulan satu kali lah. Bahkan saking sayangnya pada sang motor, pernah mengganti oli sebulan dua kali karena curiga oli yang pertama palsu. Memang untuk menunjang aktivitas, memiliki motor saja tidak cukup, namun juga perawatan menjadi prioritas. Walaupun Mbak kita ini paling jauh naik motor sampai Bekasi, namun bila dihitung kilometernya pernah dalam satu hari akhwat berkacamata cukup tebal ini menempuh jarak 130 km, dan itu hanya di Jakarta dan Depok saudara-saudara.

Bicara kosi dan motornya tentunya tidak akan ada habisnya, banyak sekali hal-hal lucu dan unik ataupun mengesalkan yang dihadapainya selama ber-motor-ria di Jakarta. Kota yang dikenal dengan ke-ganas-an lalu lintasnya bahkan untuk seorang pria, apalagi ini Mbak Kost akhwat kelahiran Ngawi, Jatim tentunya menjadi perjuangan yang luar biasa dalam tugasnya “memetik” pahala.

Baiklah Mbak Kos, kami dukung saja Mbak dengan segala aktifitasnya semoga selalu dalam lindungan Allah SWT dan selamat sampai tujuan. Jangan lupa buka helm bila di stop polisi agar jilbabnya terlihat dan lolos dari lubang tilang :D

Ganbatte ne!!

15 Comments so far

  1. uNisA @ July 20th, 2006

    we love you so much, bu kos.. eh.. mbak kos =)

  2. rina @ July 20th, 2006

    Ingat pertemuan dengan Kosi di darat waktu walimahan Erni, ternyata dia teman mahadnya Erni (sohib ane)dunia sempit sekali rasanya.
    Kosi memang Jilbaber Pembalap ;) ) selalu ceria, semangat & banyak orang yang salah panggil dengan dia (pak, mas..ha ha ha), penuh dengan cerita yang Subhanallah bila mendengarnya.
    Pernah ngojek dengan Kosi?? Ane pernah (Syukron yah Kos dgn tumpangannya walau posisi sepertinya salah & ga balance he he he )
    Buat aktifitas sosialmu ane berdoa semoga Allah membalas dengan pahala yang setimpal, selalu istiqomah denga hal itu yah ukh.

  3. umi @ July 20th, 2006

    Asslmkmwrwb..
    kosi jadi “artis” IMB :) )
    motornya mmg bener2 sangat disayang bak “pacar” pertamanya setelah “pacar2nya” yg lain…
    Hampir tiap pekan, saya ikut naik motornya… klo gak ada “dia”, mgkn kita sering telat sampai ke Depok ya Kos ?

    Note:
    bagi kosi yang namanya pacar adalah => apapun yg disayang (contohnya: sandal jepitnya, tas punggungnya yang gedenya spt mau naik gunung (isinya apa-an yach? biasanya sich proposal2 dana) juga termasuk akhwat2 yang dekat sama beliau (Siska pacar ke brp? Nike juga pacar ke berapa?) dan tidak termasuk semua ikhwan :) kecuali satu ikhwan yg akan jadi…

    Afwan ukhti,jika komentar saya ndak berkenan dihati :)

  4. Nike @ July 20th, 2006

    Mbak Hanum, masih ada yg kurang tuch infonya… Kosi tuch dulu sebelum menggeluti dunia “sosial” punya julukan “ratu milis”. Iya ga Bu Kos? Hi hi hi. Go! Go! Go! Kosi! Tetap Istiqomah ya Non…
    (Ur beloved sister)

  5. MaIDeN @ July 21st, 2006

    Waduh mbak, helm itu untuk keselamatan kita. Hukumnya wajib. Lagian memakai jilbab tidak menghalangi penggunaan helm kan.

    Coba bayangkan, karena nggak memakai helm, tiba-tiba ditabrak dari belakang oleh pengendara yang ugal-ugalan, terlempar, kepala duluan yang jatuh, menyentuh aspal atau trotoar. Apa nggak berhamburan itu otak. Mati karena kelalaian, kecerobohan …. karena nggak pakai helm !!!!

    Coba bayangkan juga, apa kata mereka yang anti jilbab. Tuh liat, jilbab dijadikan alasan untuk melanggar aturan.

    Coba bayangkan Polisi, yang terpaksa melanggar aturan hanya karena “kasian”.

    Jadi, mulai sekarang, pakailah helm saat naik motor. Untuk kebaikan diri sendiri, dan komunitas muslim khususnya yang pakai jilbab.

  6. iman @ July 21st, 2006

    Mbak Malden pasti bacanya ga melotot dah ;) )

  7. hanum @ July 21st, 2006

    Kos..kapan-kapan aku diboncengin naek motor donk :)
    Moga barokah segala aktivitasnya ya…

  8. Kosi @ July 21st, 2006

    # uNisa
    Luv u too because of Allah, ukh :x

    # Rina
    Kapan mau ngojek lagi Mbak ? Tapi klo Mbak Rina yg ngojek, badanku jd gemeteran euy :)

    # Umi
    Di-afwan-kan…ishbirru ya ukhti, doaku selalu untukmu [-o

  9. Kosi @ July 21st, 2006

    # Nike
    ‘Ratu Milis’ ? Syerem ukh istilahnya :)

    # MaIDen
    InsyaAllah aku selalu pake helm koq Mbak (or Pak?). Kalau pun beberapa kali ditangkep polisi itu bkn krn helm, tp krn melanggar lampu kuning, salah jalur, muter bkn pd tempatnya, dll. * Bandel ni :(

    # Hanum
    Boleh Mbak, kpn ketemu lg ? Nanti tak bonceng muterin gedung+mesjid BKPM saja ya :)

  10. hanan @ July 25th, 2006

    bu kos, eh salah, mbak kos, iya nih, kalo di chat aja, dulu kita sharing sama2 pernah dikirain ikhwan yak mbak, hehe, mbak kos emang keren deh, pembalap juga kalo dichat hehe :D , miss u mbakkuh sayang

  11. ocha @ July 25th, 2006

    waduh mbak kosi.. kok senasib dalam urusan tilang ditilang yak?.. tapi sekarang ocha udah tobat.. udah rajin pake helm kecuali malem ( soalnya ga ada polisi yg nilang) hehe..

  12. wiseno @ July 30th, 2006

    assalamualaikum
    aduh…. ikut gabung di IMB kok sulit banget sih …. padahal udah nunggu2…di ACC
    ya udah kalo emang ggak boleh gabung..
    matur suwun.
    wassalam

  13. hendro @ August 2nd, 2006

    Mbak Kosi, saya salut dengan dedikasi anda. Kita butuh lebih banyak muslimah seperti anda yang tidak segan meneteskan keringat untuk beramal nyata buat kemajuan ummat. Mudah-mudahan bisa menjadi inspirasi buat yang lain. Hati-hati naik motor di Jakarta, perilaku lalu lintasnya seringkali sangat menakutkan dan berisiko. Lebih-lebih buat akhwat seperti anda.

  14. rida @ August 9th, 2006

    Lam kenal mbak Kosi….subhanallah, salut buat aktivitas dakwahnya, mudah-mudahan mendapatkan pahala dari Allah SWT. Berkat kerendahan hatinya, kita pernah diberikan alamat ruqyah. Syukron ya atas kebaikan selama ini, semoga Allah membalasnya. Amiin.

  15. febrizal efendi @ August 22nd, 2006

    assalamu’alaikum wr wb.
    senangnya hati ini bergaul sama orang2 yg peduli dgn kehidupan sosial….alhamdulillah…selamat berjuang ukhti kosi dan juga tmn2 yg lain semoga kita dipertemukan dgn rasulullah saw.amin:)

Leave a reply